
Pantau - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka cita atas wafatnya Azzam al-Hayya, putra Ketua Gerakan Hamas sekaligus Ketua Perundingan di Jalur Gaza Khalil al-Hayya, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel bersama empat anaknya.
Ketua Hubungan Luar Negeri PKB Luluk Nur Hamidah menyampaikan belasungkawa kepada Khalil al-Hayya melalui sambungan telepon.
Luluk juga menyampaikan simpati mendalam atas peristiwa tersebut.
PKB menegaskan dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak-haknya dan pembebasan Palestina serta Masjid Al-Aqsa.
Luluk mengatakan rakyat Indonesia memiliki cinta dan solidaritas besar kepada Palestina dan rakyatnya.
Khalil al-Hayya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Luluk serta PKB atas perhatian dan dukungan mereka kepada rakyat Palestina.
“Beliau juga menitipkan salam dan penghormatan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta memuji sikap rakyat Indonesia dan upaya berkelanjutan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina,” ujar Luluk Hamidah.
Khalil menegaskan darah para pejuang Palestina akan menjadi jalan menuju pembebasan Masjid Al-Aqsa dan pemulihan hak-hak rakyat Palestina.
Ia juga menyatakan pengorbanan rakyat Palestina tidak akan melemahkan tekad mereka untuk terus membela hak-hak dan kesucian mereka.
Kedua belah pihak menegaskan pentingnya terus mendukung keteguhan rakyat Palestina dan menghentikan agresi di wilayah tersebut.
Mereka juga menegaskan pentingnya mewujudkan kebebasan dan pembebasan Palestina serta Masjid Al-Aqsa.
Hamas menyatakan Azzam al-Hayya tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Kamis, 7 Mei 2026.
“Kejahatan Zionis yang pengecut yang menargetkan Azzam Al-Hayya, putra pemimpin kelompok di Jalur Gaza dan kepala delegasi negosiasi, saudara Mujahid Dr. Khalil Al-Hayya, merupakan kelanjutan dari pendekatan pendudukan yang menargetkan warga sipil dan keluarga para pemimpin Palestina,” kata Hamas dalam pernyataannya.
Hamas menilai Israel berusaha menekan kelompok tersebut setelah gagal memaksakan syarat mereka dalam perundingan untuk mengakhiri perang di Gaza.
- Penulis :
- Gerry Eka





