
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri kunungan dua harinya ke China pada Jumat, 15 Mei 2026, setelah menggelar pembicaraan penting dengan Presiden China Xi Jinping mengenai hubungan bilateral hingga konflik Timur Tengah.
Trump meninggalkan Beijing menggunakan pesawat Air Force One dari Bandara Internasional Beijing Capital usai menghadiri jamuan teh resmi dan makan siang bersama Xi di kompleks Zhongnanhai yang menjadi kediaman resmi para pemimpin China.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi melepas keberangkatan Trump di bandara dalam upacara resmi yang diwarnai barisan prajurit China di depan Air Force One serta pelajar yang melambaikan bendera Amerika Serikat dan China.
Trump dan Xi Bahas Iran hingga Selat Hormuz
Dalam keterangannya kepada wartawan saat jamuan teh bersama Xi, Trump memuji hubungan pribadinya dengan pemimpin China tersebut.
Trump menyebut hubungan keduanya “sangat kuat.”
Trump juga mengatakan dirinya dan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami ingin semuanya diakhiri karena situasinya gila di sana, agak gila. Itu tidak baik dan tidak boleh terjadi,” ungkap Trump.
Selain isu nuklir Iran, Trump dan Xi disebut sama-sama menginginkan Selat Hormuz tetap terbuka di tengah ketegangan kawasan Teluk.
Kunjungan Trump berlangsung ketika konflik di Timur Tengah masih memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut memicu balasan Iran terhadap Israel, serangan ke sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.
Saat ini gencatan senjata tanpa batas waktu sedang berlangsung di kawasan tersebut.
China kembali menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog, sementara pemerintah Amerika Serikat menuduh Beijing mendukung kemampuan militer dan ekonomi Iran.
Xi Kenang Kunjungan ke Mar-a-Lago
Dalam sambutannya, Xi Jinping menjelaskan nilai historis Zhongnanhai yang selama ini menjadi kediaman banyak pemimpin China.
Xi juga mengenang kunjungannya ke resor Mar-a-Lago milik Trump pada 2017.
“Saya memilih tempat ini secara khusus untuk membalas keramahan yang pernah diberikan kepada saya,” kata Xi.
Trump tiba di Beijing pada Rabu malam waktu setempat dalam kunjungan yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret 2026 sebelum tertunda akibat perang Iran.
Perjalanan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat ke China dalam sembilan tahun terakhir.
Trump sebelumnya juga pernah mengunjungi Beijing pada 2017 saat menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden Amerika Serikat.
- Penulis :
- Shila Glorya





