HOME  ⁄  Geopolitik

UEA Bantah Tuduhan Iran Terlibat Agresi Militer di Tengah Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UEA Bantah Tuduhan Iran Terlibat Agresi Militer di Tengah Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Demonstran membawa plakat berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa).)

Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) membantah keras tuduhan Iran yang menyebut negara tersebut terlibat dalam agresi militer di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA Khalifa bin Shaheen Al Marar saat menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri negara anggota BRICS di New Delhi, India, Jumat (15/5).

“Yang Mulia menegaskan penolakan sepenuhnya UEA atas tuduhan Iran,” kata Al Marar dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA.

UEA juga menegaskan menolak segala bentuk ancaman maupun upaya yang dianggap memengaruhi kebijakan negara tersebut sebagai negara berdaulat.

“UEA memiliki hak kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militer secara penuh untuk merespons ancaman, tuduhan, atau tindakan permusuhan apa pun,” ujarnya.

Iran Tuduh UEA Terlibat Serangan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding UEA ikut terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.

Iran menilai UEA tidak mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang terjadi sejak 28 Februari 2026.

Teheran juga menuduh wilayah UEA digunakan sebagai bagian dari operasi serangan terhadap Iran.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Selat Hormuz Terdampak Eskalasi Konflik

Konflik yang memanas membuat situasi di Selat Hormuz ikut terdampak.

Jalur pelayaran strategis yang menjadi akses utama distribusi minyak dan gas dari Teluk Persia ke pasar global itu sempat mengalami penutupan akibat eskalasi konflik.

Meski Amerika Serikat dan Iran sempat menyatakan gencatan senjata pada 7 April 2026, ketegangan politik dan militer di kawasan masih terus berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf