
Pantau - Adik Presiden Irlandia Catherine Connolly, Margaret Connolly, dilaporkan menjadi salah satu aktivis yang ditahan pasukan Israel saat misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza dicegat di perairan internasional.
Informasi tersebut disampaikan media Irlandia Irish Independent yang menyebut Margaret Connolly termasuk enam warga negara Irlandia yang ditahan dalam insiden tersebut.
Flotilla Gaza Dicegat di Perairan Internasional
Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan 10 dari total 60 kapal dalam konvoi kemanusiaan dicegat dan diambil alih pasukan Israel pada Senin (19/5/2026).
Pencegatan disebut terjadi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus.
Dalam operasi tersebut, sekitar 100 aktivis dari berbagai negara dilaporkan ditangkap.
Flotilla tersebut sebelumnya berlayar dari Marmaris, Turki, sebagai upaya menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang berlangsung sejak 2007.
Misi kemanusiaan itu diikuti 426 peserta dari 39 negara, termasuk Indonesia, Irlandia, Amerika Serikat, Australia, Prancis, Inggris, dan Kanada.
Global Sumud Flotilla kemudian merilis video Margaret Connolly yang direkam sebelum penangkapan terjadi.
“Jika anda menyaksikan video ini, berarti saya telah diculik dari kapal saya oleh pasukan penjajah Israel,” ujarnya dalam video tersebut.
“Saya sangat bangga ikut serta dalam flotila ini, menjadi yang terbesar hingga saat ini,” lanjutnya.
Aktivis dari Berbagai Negara Ikut Misi Gaza
Selain Margaret Connolly, enam aktivis asal Irlandia disebut berada dalam rombongan yang dicegat Israel.
Insiden tersebut memicu perhatian internasional karena menyangkut misi kemanusiaan dan penahanan aktivis sipil di wilayah konflik.
Pasukan Israel sebelumnya juga dilaporkan pernah menyerang konvoi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di pesisir Pulau Kreta, Yunani, pada 29 April 2026.
Sementara itu, sejumlah negara dan organisasi internasional mulai mendesak pembebasan para aktivis yang ditahan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI juga memastikan lima warga negara Indonesia ikut ditahan dalam pencegatan konvoi kemanusiaan tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





