
Pantau - Pemerintah Belanda mendesak kepastian terkait perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa karena ketidakjelasan aturan dinilai mulai mengganggu aktivitas bisnis perusahaan-perusahaan Belanda dengan pasar AS.
Menteri Perdagangan Luar Negeri Belanda Sjoerd Sjoerdsma mengatakan perjanjian dagang tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas perdagangan dan menghindari hambatan tarif yang merugikan pelaku usaha.
Belanda Keluhkan Ketidakpastian Dagang dengan AS
Sjoerdsma menyebut para pelaku bisnis di Belanda merasa tidak puas dengan ketidakpastian terkait implementasi kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat.
“Tidak seorang pun di Belanda menginginkan tarif dan hambatan perdagangan. Terutama bukan perusahaan-perusahaan kami,” kata Sjoerdsma seperti dikutip portal berita Nieuws.nl.
Ia menilai situasi tersebut membuat perusahaan kesulitan menjalankan aktivitas bisnis dan menyusun strategi usaha dengan pasar Amerika Serikat.
“Situasi ini sangat mempersulit melakukan bisnis dengan AS dan juga mempersulit model bisnis mereka. Oleh karena itu, bagi kami, ini berarti kepatuhan terhadap perjanjian tersebut sangat penting,” ujarnya.
Uni Eropa dan AS Lanjutkan Pembicaraan Dagang
Para pejabat Uni Eropa dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pembicaraan pada Selasa terkait kerangka legislasi untuk kesepakatan perdagangan tersebut.
Sebelumnya pada 27 Juli 2025, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan perdagangan yang menetapkan tarif 15 persen untuk hampir seluruh ekspor Uni Eropa ke Amerika Serikat.
Pada Mei 2026, Trump mengaku telah berbicara dengan Ursula von der Leyen dan memberikan waktu hingga 4 Juli kepada Brussels untuk memenuhi bagian kesepakatan perdagangan tersebut.
Kesepakatan dagang itu menjadi perhatian sejumlah negara Uni Eropa karena dinilai akan memengaruhi stabilitas ekspor dan hubungan ekonomi transatlantik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





