
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan rencana pengerahan lebih dari 4.000 tentara AS ke Polandia hanya ditunda dan belum dibatalkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam taklimat pers di Gedung Putih pada Selasa (19/5) setelah muncul laporan media yang menyebut pengerahan pasukan tersebut dibatalkan.
“Keputusan ini merupakan penundaan dalam rotasi pasukan. Pasukan tersebut bisa dikerahkan ke tempat lain di Eropa,” ungkap Vance.
Menurut dia, pemerintah AS hingga kini belum mengambil keputusan final mengenai lokasi penempatan pasukan tersebut.
“Kami sebenarnya belum membuat keputusan final mengenai ke mana pasukan tersebut pada akhirnya akan ditempatkan,” ujar Vance.
Pemerintah AS Evaluasi Penempatan Pasukan
Vance mengatakan pemerintahan Trump saat ini sedang membahas pengalihan sejumlah sumber daya militer untuk memaksimalkan keamanan Amerika Serikat.
Ia juga menegaskan negara-negara Eropa perlu meningkatkan kemampuan pertahanan secara mandiri tanpa terlalu bergantung kepada AS.
“Kita harus memiliki kedaulatan yang lebih besar, dan Eropa harus lebih mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Vance.
“Itu akan terus menjadi kebijakan kami di Eropa,” tambahnya.
Pentagon Sebelumnya Umumkan Penarikan Pasukan dari Jerman
Sebelumnya, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan rencana pengerahan pasukan ke Polandia mendadak dibatalkan.
Pentagon juga sebelumnya mengumumkan sekitar 5.000 tentara AS akan ditarik dari Jerman dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi strategi militer Amerika Serikat di kawasan Eropa di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





