
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan berkembang menjadi “perang abadi” serta memastikan pasukan AS akan kembali ke negaranya setelah misi selesai.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance kepada wartawan di Washington, Selasa, di tengah meningkatnya tensi kawasan Timur Tengah pasca-serangan militer antara AS, Israel, dan Iran.
“Ini bukan perang abadi. Kita akan menyelesaikan urusan ini dan pulang,” kata Vance.
Vance juga menegaskan pemerintah AS tidak berniat terlibat dalam konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Konflik AS-Iran Memanas sejak Februari
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan guna meredakan konflik.
Perundingan Belum Capai Kesepakatan
Meski demikian, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan konkret antara kedua pihak.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberikan waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu” dalam proses negosiasi.
Sebelumnya, Menteri Perang AS Pete Hegseth juga membantah laporan yang menyebut Washington berpotensi terjebak dalam konflik tanpa akhir di Timur Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





