
Pantau - Negara-negara Kelompok Tujuh atau G7 meminta Ukraina mempercepat reformasi anti-korupsi, memperkuat supremasi hukum, serta memberantas praktik ekonomi bayangan di tengah dukungan finansial internasional yang terus mengalir untuk negara tersebut.
Permintaan itu disampaikan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G7 dalam pernyataan bersama usai pertemuan di Paris, Prancis, Selasa waktu setempat.
“Kami menyerukan kemajuan yang kuat dari Ukraina dalam agenda reformasinya, guna memperkuat supremasi hukum, tata kelola publik, pemberantasan korupsi, dan penghapusan praktik bayangan dalam perekonomian,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
G7 Terus Siapkan Dukungan Dana untuk Ukraina
Dalam pernyataan itu, negara-negara G7 juga menegaskan komitmen untuk terus mencari berbagai opsi pembiayaan guna mendukung Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.
“Dengan dasar Pinjaman Dukungan Ukraina senilai 90 miliar euro dari Uni Eropa dan komitmen yang memungkinkan persetujuan program IMF untuk Ukraina, kami akan terus berupaya mengembangkan berbagai pilihan pembiayaan untuk mendukung Ukraina bersama-sama ke depannya,” lanjut pernyataan tersebut.
Uni Eropa sebelumnya secara resmi menyetujui pinjaman sebesar 90 miliar euro atau sekitar Rp1,85 kuadriliun untuk Ukraina pada 23 April 2026.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyebut Ukraina hanya diwajibkan membayar kembali pinjaman tersebut apabila menerima pembayaran ganti rugi dari Rusia.
Reformasi Jadi Syarat Dukungan Internasional
Dorongan reformasi dari G7 muncul seiring meningkatnya perhatian internasional terhadap tata kelola pemerintahan Ukraina, termasuk upaya pemberantasan korupsi dan penguatan sistem hukum.
Selain reformasi hukum dan tata kelola, negara-negara G7 juga menyoroti pentingnya penghapusan praktik ekonomi bayangan yang dinilai dapat menghambat stabilitas ekonomi Ukraina dalam jangka panjang.
Pernyataan bersama itu dirilis setelah pertemuan tingkat tinggi para pejabat keuangan G7 di Paris yang turut membahas dukungan ekonomi global terhadap Ukraina.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





