HOME  ⁄  Geopolitik

WFP Peringatkan Krisis Pangan Perburuk Penyebaran Wabah Ebola di Kongo

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

WFP Peringatkan Krisis Pangan Perburuk Penyebaran Wabah Ebola di Kongo
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Virus Ebola. ANTARA/HO-Kemenkes/aa..)

Pantau - Program Pangan Dunia PBB (World Food Programme/WFP) memperingatkan krisis pangan dan ketidakstabilan politik di Republik Demokratik Kongo memperbesar risiko penyebaran wabah Ebola yang kini semakin mengkhawatirkan.

Peringatan itu disampaikan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menaikkan status risiko wabah Ebola di Kongo menjadi “sangat tinggi”.

“Wabah ini adalah perlombaan melawan waktu. Tanpa tindakan cepat dan terkoordinasi dalam skala besar, krisis kesehatan dapat berubah menjadi keadaan darurat kemanusiaan yang tak terkendali di Kongo timur dan sekitarnya,” ungkap Direktur WFP untuk Kongo David Stevenson.

Jutaan Warga Hadapi Kelaparan Akut

WFP menyebut kondisi keamanan di Kongo yang terus memburuk memperumit penanganan wabah Ebola di sejumlah wilayah terdampak.

Sebanyak 26,5 juta orang di Kongo saat ini menghadapi kerawanan pangan akut.

Dari jumlah tersebut, sekitar 10 juta orang mengalami kelaparan parah di empat provinsi timur yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tanganyika.

WFP menegaskan pihaknya bersama pemerintah Kongo, WHO, dan organisasi kemanusiaan lainnya tengah meningkatkan respons darurat guna mencegah Ebola berkembang menjadi bencana kemanusiaan berskala besar.

Ratusan pekerja kemanusiaan dan puluhan ton bantuan medis darurat telah dikirim ke wilayah terdampak.

Bunia Jadi Pusat Distribusi Bantuan Ebola

Kota Bunia kini menjadi pusat logistik utama dalam penanganan wabah Ebola di Kongo timur.

Lebih dari 46 ton kargo bantuan telah tiba dan disalurkan ke sedikitnya 14 wilayah untuk mendukung penanganan darurat.

WHO sebelumnya menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Hingga saat ini, lebih dari 750 kasus dugaan Ebola dan 177 kematian telah dilaporkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf