HOME  ⁄  Geopolitik

AS Pertimbangkan Operasi Militer Baru ke Iran di Tengah Negosiasi Diplomatik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Pertimbangkan Operasi Militer Baru ke Iran di Tengah Negosiasi Diplomatik
Foto: (Sumber : Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers sebelum berangkat dari Gedung Putih ke Florida, Washington, D.C., Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/Anadolu/Celal Güneş/aa.) (ANTARA/Anadolu/Celal Güneş/aa.).)

Pantau - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan melancarkan operasi militer baru terhadap Iran di tengah berlangsungnya upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan baru antara kedua negara.

Laporan tersebut disampaikan CBS News pada Jumat waktu setempat.

Meski belum ada keputusan akhir, pemerintah dan militer AS disebut terus melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik baru di Timur Tengah.

Trump Batalkan Libur dan Militer Siaga

Laporan itu menyebut Trump membatalkan rencana libur akhir pekan Memorial Day di klub golf miliknya di New Jersey dan memilih kembali ke Gedung Putih.

Keputusan itu disebut berkaitan dengan situasi pemerintahan dan perkembangan terbaru terkait Iran.

Sejumlah personel militer dan intelijen AS juga dilaporkan mengubah atau membatalkan agenda liburan mereka.

Pejabat pertahanan AS bahkan disebut telah meninjau daftar penarikan personel di sejumlah pangkalan luar negeri.

Rotasi pasukan di Timur Tengah juga terus dilakukan di tengah kekhawatiran potensi serangan balasan dari Iran.

Sejak gencatan senjata sementara diberlakukan pada April lalu, AS dan Iran diketahui cenderung menghindari serangan langsung demi membuka ruang negosiasi tidak langsung terkait kesepakatan yang lebih luas.

Gedung Putih Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Nuklir

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan Presiden Trump tetap pada sikap bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Washington juga disebut siap menghadapi berbagai kemungkinan apabila perundingan gagal mencapai hasil.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran sebelumnya memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari AS atau Israel dapat memperluas konflik hingga ke luar kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Teheran dikabarkan akan segera memberikan tanggapan terhadap proposal terbaru AS yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator.

Penulis :
Ahmad Yusuf