HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tunda Serangan Baru ke Iran untuk Beri Kesempatan Jalur Diplomasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Tunda Serangan Baru ke Iran untuk Beri Kesempatan Jalur Diplomasi
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan baru terhadap Iran guna memberikan ruang bagi proses diplomasi yang masih berlangsung antara kedua negara.

Laporan Wall Street Journal menyebut Trump menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi keamanan nasional AS pada Jumat pagi waktu setempat untuk membahas langkah lanjutan terkait Iran.

Meski demikian, belum ada keputusan resmi yang diambil dalam pertemuan tersebut.

Trump disebut meminta para pejabatnya memberi lebih banyak waktu agar proses diplomasi dapat berjalan.

Pejabat dan Militer AS Mulai Siaga

Di tengah upaya diplomatik tersebut, sejumlah laporan media Amerika Serikat menyebut Trump tetap mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran.

Beberapa pejabat pemerintahan dan personel militer AS bahkan dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang menjelang Memorial Day.

Situasi itu memunculkan spekulasi adanya peningkatan kesiapsiagaan militer AS terkait kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sebelumnya, pemerintahan Trump juga dilaporkan tengah meninjau berbagai opsi militer sambil tetap membuka jalur negosiasi tidak langsung dengan Teheran.

Memorial Day Jadi Momen Penting di AS

Memorial Day merupakan hari libur federal di Amerika Serikat yang diperingati setiap Senin terakhir pada Mei untuk mengenang tentara AS yang gugur saat bertugas.

Tradisi tersebut awalnya dikenal sebagai Decoration Day setelah Perang Saudara Amerika pada akhir abad ke-19.

Warga AS biasanya memperingati Memorial Day dengan upacara militer, parade, hingga mengheningkan cipta nasional pada pukul 15.00 waktu setempat.

Selain menjadi momen penghormatan bagi prajurit, akhir pekan Memorial Day juga menandai dimulainya musim panas secara tidak resmi di Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf