
Pantau - Sedikitnya 21 orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menggempur wilayah Lebanon selatan sejak Sabtu malam hingga Minggu waktu setempat.
Serangan Israel Hantam Distrik Nabatieh dan Tyre
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan paling mematikan terjadi di Kota Sir al-Gharbiyeh, Distrik Nabatieh.
NNA menyebut sembilan orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak dan beberapa perempuan.
Selain itu, serangan drone Israel di wilayah Nabatieh, Nmairiyeh, dan Arab Salim juga menewaskan tujuh orang lainnya.
Di Distrik Tyre, lima warga dilaporkan meninggal dunia akibat serangan terpisah yang dilakukan Israel.
NNA menyebut rangkaian serangan tersebut sebagai “pembantaian” yang terjadi di wilayah Lebanon selatan.
Hizbullah Balas dengan Serangan Roket
Di tengah meningkatnya eskalasi, Hizbullah menyatakan pihaknya meluncurkan serangan roket ke kendaraan militer Israel di dekat Kota Bayada, Lebanon selatan.
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, sebelumnya menegaskan kelompoknya akan terus melawan Israel.
“Upaya untuk melucuti senjata Hizbullah akan berujung pada pemusnahan kelompok tersebut dan pendudukan Lebanon secara bertahap,” ujar Qassem.
Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon mencatat total korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret hingga 24 Mei 2026 mencapai 3.151 orang tewas dan 9.571 lainnya luka-luka.
Serangan terbaru ini terjadi meski gencatan senjata sebelumnya telah diumumkan pada bulan lalu.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





