HOME  ⁄  Geopolitik

Putin Dorong Armenia Gelar Referendum untuk Pilih Uni Eropa atau Tetap di EAEU

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Putin Dorong Armenia Gelar Referendum untuk Pilih Uni Eropa atau Tetap di EAEU
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Presiden Rusia Vladimir Putin tiba untuk kunjungan kenegaraan di Beijing, China, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Xinhua/Gao Jie/aa..)

Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin bersama tiga pemimpin negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) meminta Armenia segera menggelar referendum nasional untuk menentukan pilihan antara bergabung dengan Uni Eropa (EU) atau mempertahankan keanggotaan di EAEU.

Permintaan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis Kremlin bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan Presiden Kirgistan Sadyr Japarov pada Jumat (29/5/2026).

"Kami sepakat tentang perlunya mengadakan referendum nasional sesegera mungkin di Republik Armenia mengenai aksesi ke Uni Eropa atau keanggotaan berkelanjutan di Uni Ekonomi Eurasia," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

EAEU Khawatirkan Risiko Ekonomi

Dalam pernyataan itu, para pemimpin EAEU menilai langkah Armenia yang semakin mendekat ke Uni Eropa berpotensi menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan ekonomi negara-negara anggota blok tersebut.

Mereka juga menyebut laporan mengenai dampak potensial apabila Armenia keluar dari EAEU akan dipresentasikan pada Desember 2026.

Ketegangan terkait orientasi geopolitik Armenia meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring semakin eratnya hubungan Yerevan dengan Uni Eropa.

Pemerintah Armenia sebelumnya mengesahkan undang-undang yang membuka jalan menuju proses aksesi ke Uni Eropa.

Rusia Tegaskan Keanggotaan Ganda Tidak Kompatibel

Para pejabat Rusia berulang kali menegaskan bahwa keanggotaan di Uni Eropa dan EAEU tidak dapat berjalan bersamaan karena memiliki sistem integrasi ekonomi yang berbeda.

Meski demikian, otoritas Armenia menyatakan tetap ingin mempertahankan kerja sama dalam EAEU sambil memperluas hubungan politik dan ekonomi dengan Eropa.

Sementara itu, kerja sama EAEU dengan Indonesia juga terus berkembang setelah kedua pihak menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas pada 21 Desember 2025 yang mencakup Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgistan.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang ratifikasi Persetujuan Perdagangan Bebas antara EAEU dan Indonesia pada 26 Mei 2026 sebagai langkah memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf