
Pantau - Presiden Vietnam To Lam menegaskan pentingnya sentralitas ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan pembangunan kawasan Asia-Pasifik di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global saat berbicara dalam Dialog Shangri-La 2026 di Singapura, Jumat (29/5/2026).
To Lam menyampaikan bahwa kawasan Asia-Pasifik memiliki kepentingan bersama dalam mewujudkan perdamaian, konektivitas, dan pembangunan berkelanjutan melalui kerja sama yang kuat antarnegara.
“Di kawasan inilah ASEAN berfungsi sebagai kerangka kerja bagi kerja sama, dialog, dan keseimbangan,” ungkap To Lam.
ASEAN Dinilai Jadi Penjaga Keseimbangan Kawasan
Menurut To Lam, ASEAN memiliki tekad untuk memastikan persaingan antarnegara tidak berkembang menjadi konfrontasi yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.
Ia mengatakan jalur konektivitas harus tetap menjadi sarana kerja sama dan tidak berubah menjadi garis pemisah antarnegara.
Presiden Vietnam tersebut juga menekankan bahwa keamanan suatu negara tidak boleh menjadi sumber ketidakamanan bagi negara lain di kawasan.
To Lam menilai ASEAN memiliki peran strategis sebagai wadah dialog yang mampu menjaga keseimbangan kepentingan di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Persatuan dan Otonomi Strategis Jadi Kunci
To Lam menegaskan sentralitas ASEAN tidak dapat bertahan dengan sendirinya tanpa dukungan persatuan dan komitmen negara-negara anggota.
Ia menyampaikan bahwa sentralitas ASEAN hanya dapat dipertahankan melalui persatuan, otonomi strategis, serta kemampuan membangun agenda bersama bagi kawasan.
Menurutnya, Asia Tenggara menyambut keterlibatan berbagai pihak yang dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan menghormati hukum internasional.
To Lam juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap sentralitas ASEAN sebagai upaya meredam ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global yang menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Dialog Shangri-La 2026 di Singapura.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





