
Pantau - Presiden Vietnam To Lam menyerukan pengendalian diri, dialog, dan kerja sama antarnegara untuk menghadapi krisis tatanan internasional yang semakin kompleks akibat meningkatnya persaingan geopolitik dan ketidakstabilan global.
Pernyataan itu disampaikan To Lam saat membuka forum Shangri-La Dialogue di Singapura pada Jumat (29/5), ketika dunia menghadapi berbagai tantangan yang melibatkan hukum internasional, kepercayaan strategis, dan model pembangunan ekonomi.
"Krisis tatanan internasional menunjukkan bahwa hukum internasional dan pengendalian diri harus diperkuat," ungkap To Lam.
Ia menambahkan bahwa negara-negara perlu mengedepankan "koeksistensi yang bertanggung jawab" dibandingkan perpecahan, paksaan, maupun ketidakpercayaan.
Dialog dan Kerja Sama Jadi Kunci Stabilitas
Menurut To Lam, perdamaian dan stabilitas kawasan hanya dapat dipertahankan melalui dialog terbuka, transparansi, serta mekanisme kerja sama yang konkret antarnegara.
Ia mengingatkan bahwa pendekatan yang hanya merespons krisis setelah terjadi tidak lagi memadai di tengah dinamika geopolitik saat ini.
To Lam mendesak setiap pemerintahan untuk mengambil langkah pencegahan dan mengurangi risiko sebelum ketegangan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Presiden Vietnam tersebut juga menegaskan bahwa kepentingan nasional negaranya sangat terkait dengan terciptanya perdamaian dan kemakmuran kawasan.
Tegaskan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Vietnam
Dalam pidatonya, To Lam kembali menegaskan kebijakan luar negeri Vietnam yang independen, mandiri, serta menjalin hubungan yang beragam dengan berbagai negara.
Ia juga mengulangi prinsip pertahanan Vietnam yang dikenal dengan kebijakan "empat larangan", termasuk tidak membentuk aliansi militer dan tidak berpihak kepada satu negara untuk melawan negara lain.
Selain itu, To Lam menyoroti dampak konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi global.
Menurutnya, krisis tersebut telah memicu gangguan rantai pasokan dan kekurangan energi yang memberi tekanan terhadap perekonomian regional maupun perdagangan internasional.
Ia menilai kondisi tersebut akan terus menghadirkan tantangan besar tidak hanya bagi Vietnam, tetapi juga bagi kawasan dan dunia secara luas.
Di sela kegiatan Shangri-La Dialogue, To Lam juga bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth sebelum menyampaikan pidato pembukaannya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





