
Pantau - Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran melalui Markas Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan Republik Islam Iran memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan Selat Hormuz serta mewajibkan seluruh kapal yang melintas untuk mematuhi aturan pelayaran yang berlaku dan memperoleh izin terlebih dahulu dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC Navy).
Pernyataan tersebut disampaikan Markas Pusat Khatam al-Anbiya pada Sabtu, 30 Mei 2026, di tengah meningkatnya ketegangan regional dan perdebatan internasional mengenai keamanan pelayaran serta akses di Selat Hormuz.
Markas Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa seluruh kapal niaga, kapal tanker minyak, dan kapal lainnya yang melakukan transit di kawasan tersebut wajib menggunakan jalur pelayaran yang telah ditentukan serta mengikuti pedoman pelayaran yang berlaku.
Pihak militer Iran juga menegaskan bahwa setiap kapal harus memperoleh izin terlebih dahulu dari IRGC Navy sebelum melintasi jalur strategis tersebut.
Iran Peringatkan Kapal yang Melanggar Aturan
Menurut pernyataan militer Iran, ketidakpatuhan terhadap aturan pelayaran dapat membahayakan keselamatan dan keamanan lalu lintas maritim di kawasan Selat Hormuz.
Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengungkapkan, "Semua kapal harus menggunakan jalur pelayaran yang telah ditentukan."
Pihak militer Iran juga menegaskan, "Setiap kapal harus memperoleh izin terlebih dahulu dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran."
Iran memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer asing yang mengganggu pengelolaan Selat Hormuz atau menghambat pelayaran di wilayah tersebut akan menghadapi respons tegas dari Angkatan Bersenjata Iran.
Selat Hormuz Dinilai Jalur Strategis Dunia
Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang berada di antara Iran dan Oman serta menjadi penghubung utama antara Teluk Persia dan Laut Oman.
Pemerintah Iran menyatakan langkah-langkah pengaturan lalu lintas laut tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan kapal yang melintas dan menjaga keamanan pelayaran di kawasan itu.
Teheran juga menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan agresif apa pun yang dapat mengganggu pengelolaan Selat Hormuz.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia karena menjadi lintasan utama perdagangan minyak dan energi global.
- Penulis :
- Gerry Eka





