
Pantau - Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak mengakui hasil penghitungan suara sementara pemilihan presiden yang menempatkan calon oposisi Abelardo de la Espriella di posisi unggul dan menegaskan hanya akan menerima hasil resmi yang ditetapkan komisi pemilu setelah proses verifikasi selesai.
Pernyataan tersebut disampaikan Petro melalui akun media sosial X pada Senin (1/6/2026).
“Sebagai presiden, saya tak menerima hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan oleh perusahaan swasta, Bautista bersaudara,” tulis Petro.
Petro Pertanyakan Sistem Penghitungan Suara
Petro mengarahkan sorotannya kepada Thomas Greg & Sons, perusahaan yang selama ini terlibat dalam berbagai tahapan penyelenggaraan pemilu di Kolombia, termasuk logistik dan perangkat lunak penghitungan suara sementara.
Menurut Petro, algoritma perangkat lunak yang digunakan dalam proses penghitungan suara telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali pada pekan terakhir sebelum pemungutan suara.
Ia juga mengklaim terdapat sekitar 800 ribu data pemilih yang muncul dalam sistem, namun tidak tercantum dalam daftar pemilih resmi.
“Saat ini, terdapat dua daftar pemilih: daftar resmi dan daftar yang digunakan oleh perangkat lunak milik saudara Bautista, yang memuat tambahan 800.000 orang,” ungkap Petro.
Petro juga menuding adanya penambahan ratusan ribu suara pada sejumlah tempat pemungutan suara yang tengah dipersoalkan tanpa kehadiran pemilih terkait.
Pilpres Berlanjut ke Putaran Kedua
Meski mempertanyakan hasil sementara, Petro menegaskan bahwa secara hukum hanya hasil yang ditetapkan komisi verifikasi suara di bawah pengawasan hakim yang memiliki kekuatan mengikat.
“Menurut hukum, hasil komisi verifikasi suara yang bekerja di bawah pengawasan hakim Republik adalah hasil yang sah dan mengikat, yang akan dipertimbangkan dan diakui oleh presiden,” katanya.
Berdasarkan data terbaru sistem pemilu nasional Kolombia, sebanyak 99,9 persen suara telah diproses.
Calon oposisi Abelardo de la Espriella dari partai Firm for the Homeland memperoleh 43,73 persen suara atau sekitar 10,35 juta suara.
Sementara calon dari koalisi pemerintahan Historic Pact, Ivan Cepeda, meraih 40,91 persen suara atau sekitar 9,69 juta suara.
Karena tidak ada kandidat yang berhasil meraih lebih dari 50 persen suara, pemilihan presiden Kolombia akan dilanjutkan ke putaran kedua pada 21 Juni 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





