HOME  ⁄  Nasional

Anggota Komisi II DPR Dorong Pendidikan Politik Berkelanjutan bagi Pemilih Pemula

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Anggota Komisi II DPR Dorong Pendidikan Politik Berkelanjutan bagi Pemilih Pemula
Foto: Foto: Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza SZP melakukan sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan di Pringsewu, Lampung, Sabtu. (Sumber: ANTARA/Emir F Saputra.)

Pantau - Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza menyatakan pendidikan politik bagi pemilih pemula perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia sekaligus melahirkan generasi pemilih yang bertanggung jawab.

Pendidikan Politik Dinilai Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Rycko Menoza berharap pendidikan politik yang berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilihan pada masa mendatang.

Menurutnya, peningkatan kualitas tersebut mencakup masyarakat yang lebih baik dalam menggunakan hak pilih serta hadirnya figur pemimpin yang lebih berkualitas untuk dipilih.

Sebagai anggota Komisi II DPR RI yang bermitra dengan penyelenggara pemilu, Rycko menilai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi politik, khususnya bagi pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya.

"Edukasi politik harus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya satu suara dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional," ungkap Rycko.

Ia menjelaskan sistem demokrasi langsung di Indonesia telah diterapkan sejak 2004 dan pelaksanaannya perlu terus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pemilu.

Menurut Rycko, evaluasi tersebut mencakup kedewasaan masyarakat dalam menggunakan hak pilih serta integritas pemimpin yang terpilih.

Pemilih Muda Diajak Gunakan Hak Pilih Secara Bertanggung Jawab

Rycko mengajak para pemilih pemula, termasuk Generasi Z, untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab karena setiap suara akan menentukan masa depan pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan masyarakat tidak menginginkan pembangunan daerah menjadi lambat akibat pemimpin yang mencederai amanah atau tersangkut persoalan hukum.

Rycko juga menyampaikan berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat merupakan hasil dari keputusan politik melalui proses demokrasi.

Kebijakan tersebut antara lain berkaitan dengan harga bahan bakar minyak (BBM), harga kebutuhan pokok, dan pembangunan infrastruktur.

Menurut Rycko, meningkatnya kesadaran politik di kalangan pemilih muda menjadi faktor penting dalam memilih pemimpin yang bersih, akuntabel, dan memiliki integritas.

Ia menilai pemimpin dengan kualitas tersebut akan mampu menjaga stabilitas pembangunan daerah maupun nasional.

Rycko menambahkan pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meminimalisasi potensi pelanggaran hukum dalam penyelenggaraan pemilu, meminimalisasi pelanggaran norma kesusilaan, serta memperkuat kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Penulis :
Shila Glorya