
Pantau - Hizbullah menyatakan siap mematuhi gencatan senjata secara penuh apabila Israel menghentikan seluruh serangan militernya ke wilayah Lebanon, di tengah upaya internasional meredakan eskalasi konflik antara kedua pihak.
Hizbullah Tegaskan Komitmen pada Gencatan Senjata
Anggota pimpinan politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada berbagai pihak terkait bahwa kelompok tersebut tidak lagi menggunakan pola serangan balasan antara wilayah pinggiran selatan Beirut dan permukiman di wilayah utara Israel.
“Kami telah memberi tahu semua pihak terkait bahwa kami telah membatalkan formula pertukaran antara wilayah pinggiran selatan Beirut dengan permukiman utara [Israel],” ujar Qamati kepada stasiun televisi Al-Araby.
Ia menegaskan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang nyata dan menyeluruh serta siap berkomitmen menjalankannya.
Meski demikian, Qamati menolak adanya pembatasan wilayah tertentu di Lebanon selatan dan menegaskan pihaknya akan mempertahankan seluruh wilayah Lebanon.
Ia juga memperingatkan bahwa Hizbullah akan menyerang target yang lebih dalam di Israel apabila serangan terhadap Lebanon dan pinggiran Beirut terus berlanjut.
Serangan Israel Berlanjut Usai Kesepakatan
Pada Senin (1/6), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap sejumlah target Hizbullah di pinggiran Beirut.
Serangan tersebut disebut Iran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dibahas melalui mediasi internasional.
Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyetujui penghentian permusuhan setelah melakukan pembicaraan dengan kedua pihak.
Namun, sehari setelah pengumuman tersebut, militer Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke sejumlah kota di wilayah Lebanon selatan.
Situasi ini memunculkan ketidakpastian mengenai implementasi gencatan senjata yang telah diumumkan dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





