HOME  ⁄  Geopolitik

Putaran Baru Perundingan Israel-Lebanon Digelar di Washington di Tengah Bentrokan yang Berlanjut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Putaran Baru Perundingan Israel-Lebanon Digelar di Washington di Tengah Bentrokan yang Berlanjut
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Putaran baru perundingan Israel-Lebanon. (ANTARA/Xinhua).)

Pantau - Putaran baru perundingan tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon tengah berlangsung di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di Washington DC di tengah berlanjutnya bentrokan antara Israel dan Hizbullah.

AS Pimpin Perundingan Kedua Negara

Menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat Israel, perundingan berlangsung sepanjang Selasa (2/6) dan dijadwalkan berlanjut pada Rabu (3/6).

Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Needham dan Konselor Departemen Luar Negeri AS Dan Holler memimpin jalannya perundingan dari pihak Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa perundingan Israel dan Lebanon dipandang terpisah dari isu Iran.

"Kami berusaha memandang perundingan Lebanon-Israel sebagai isu yang terpisah dan berbeda dari Iran, sementara Iran ingin mencampuradukkan semuanya," ungkap Rubio dalam sidang dengar pendapat di Senat AS.

Rubio juga menuding Iran berupaya menghambat proses negosiasi dan kerja sama antara Israel dan Lebanon.

Hizbullah Tolak Gencatan Senjata Parsial

Di tengah proses diplomasi tersebut, seorang pejabat senior Hizbullah menyatakan kelompoknya menolak gencatan senjata parsial dengan Israel.

Hizbullah juga menolak proposal yang disebut didukung AS, yang mengharuskan penghentian serangan ke wilayah utara Israel sebagai imbalan tidak adanya serangan Israel ke kawasan pinggiran selatan Beirut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah memperoleh komitmen dari Israel dan Hizbullah untuk meredakan ketegangan.

Kepresidenan Lebanon juga menyampaikan bahwa Hizbullah telah menerima usulan AS terkait penghentian serangan secara timbal balik.

Namun, serangan antara kedua pihak masih terus terjadi hingga Selasa, menunjukkan situasi keamanan di perbatasan belum sepenuhnya mereda.

Korban Konflik Terus Bertambah

Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan 3.468 orang dan melukai 10.577 lainnya.

Perundingan yang berlangsung di Washington diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan di kawasan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan