HOME  ⁄  Geopolitik

IAEA Nilai Amerika Serikat dan Iran Segera Capai Kesepakatan Nuklir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IAEA Nilai Amerika Serikat dan Iran Segera Capai Kesepakatan Nuklir
Foto: (Sumber : Arsip - Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyampaikan pidato selama Konferensi Umum IAEA ke-69 di Wina, Austria (15/9/2025). (ANTARA/Xinhua/He Canling/aa).)

Pantau - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan terkait program nuklir setelah serangkaian komunikasi dan pembahasan yang berlangsung antara kedua pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Grossi dalam konferensi pers pada Jumat (5/6) saat menanggapi perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran.

"Seperti diketahui, kami bukan pihak yang terlibat dalam proses ini, tetapi kami menjaga komunikasi secara terpisah dengan masing-masing pihak. Kami menilai bahwa mereka (Iran dan AS) sebentar lagi akan sepakat terkait isu nuklir," katanya.

Grossi menjelaskan bahwa isu di luar aspek teknis nuklir bukan merupakan kewenangan IAEA untuk dibahas dalam proses tersebut.

Menurutnya, dari sisi teknis, kesepakatan antara kedua negara memungkinkan untuk dicapai dalam waktu dekat.

Grossi mengungkapkan dirinya sebelumnya telah melakukan pembahasan terkait isu nuklir bersama perwakilan Rusia, China, dan Iran.

Ia mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk menegaskan pendekatan dasar yang akan ditempuh para pihak dalam menyelesaikan persoalan nuklir Iran.

"Pada dasarnya, saya pikir rapat itu untuk menegaskan pendekatan dasar yang akan mereka tempuh terkait hal ini, dan khususnya mereka menganggap perlu bagi saya untuk mengakui bahwa akan sangat sulit bagi Iran untuk memenuhi kewajibannya dalam keadaan saat ini. Saya pun menegaskan kembali poin-poin saya, dan itulah yang terjadi," ungkapnya.

IAEA tetap menjalin komunikasi dengan seluruh pihak terkait guna memantau perkembangan pembahasan dan memastikan pelaksanaan kewajiban teknis yang berkaitan dengan program nuklir Iran.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa dari kalangan sipil.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata untuk membuka jalan bagi dialog perdamaian.

Meski negosiasi yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan terobosan signifikan, pernyataan IAEA menunjukkan adanya optimisme bahwa kesepakatan mengenai isu nuklir dapat segera tercapai.

Penulis :
Aditya Yohan