billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Iran Sebut Nota Kesepahaman dengan AS Berpeluang Ditandatangani dalam Beberapa Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menlu Iran Sebut Nota Kesepahaman dengan AS Berpeluang Ditandatangani dalam Beberapa Hari
Foto: (Sumber :Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi. (ANTARA/Xinhua).)

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang berpeluang ditandatangani dalam beberapa hari ke depan setelah proses finalisasi selesai.

Proses Penandatanganan dan Tahap Lanjutan

Araghchi mengatakan dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB TV bahwa setelah difinalisasi, dokumen tersebut akan ditandatangani secara digital oleh kedua pihak di negara masing-masing sebelum diumumkan kepada publik.

Ia mengungkapkan, “Setelah difinalisasi, MoU tersebut akan ditandatangani secara digital oleh kedua belah pihak di negara masing-masing kemudian diumumkan.”

Menurut Araghchi, setelah penandatanganan, kedua negara akan berkomitmen untuk tidak memulai perang baru dan melanjutkan perundingan tahap kedua selama 60 hari dengan fokus pada program nuklir Iran serta penghapusan sanksi.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap bersikeras uranium yang diperkaya tinggi hanya dapat ditangani melalui proses pengenceran di dalam wilayah Iran.

Cakupan MoU dan Isu Selat Hormuz

Araghchi menyebut MoU tersebut berpotensi memuat ketentuan penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon, yang diikuti dengan penarikan Israel dari wilayah yang diduduki.

Dokumen itu juga disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan penuh blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan.

Mengenai Selat Hormuz, Araghchi mengatakan Iran akan tetap mempertahankan kedaulatan dan kehadiran militernya, namun pengelolaannya akan mengikuti sistem hukum yang sesuai dengan hukum internasional.

Ia menambahkan tidak akan ada tarif tol bagi kapal yang melintas, meski biaya layanan akan tetap dikenakan secara wajar.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya telah mencapai kesepakatan besar dengan Iran dan berharap perjanjian tersebut dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang setelah serangkaian proposal perdamaian dipertukarkan melalui mediasi Pakistan.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026