billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

Kuba Setujui Reformasi Ekonomi Besar-Besaran untuk Hadapi Krisis Terburuk dalam Beberapa Dekade

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kuba Setujui Reformasi Ekonomi Besar-Besaran untuk Hadapi Krisis Terburuk dalam Beberapa Dekade
Foto: (Sumber :Arsip foto - Bendera Kuba saat persiapan diselesaikan untuk pawai Hari Buruh Internasional pada 30 April 2026, di Havana, Kuba. Kedutaan Besar AS di Havana telah mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan warga negara AS. ANTARA/Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Partai Komunis Kuba menyetujui paket reformasi ekonomi dan sosial besar-besaran yang memperluas peran modal swasta serta mekanisme pasar sebagai upaya mengatasi krisis ekonomi terburuk yang melanda negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Reformasi Mencakup 176 Usulan di Berbagai Sektor

Komite Sentral Partai Komunis Kuba menyetujui 176 usulan reformasi yang terbagi dalam 23 bidang pada sidang pleno luar biasa yang digelar pada 17 Juni 2026.

Paket reformasi tersebut mencakup sektor perencanaan ekonomi, hubungan kepemilikan, pertanian, kebijakan tenaga kerja dan upah, energi, investasi asing, perdagangan luar negeri, pariwisata, transportasi, perpajakan, perbankan, serta keuangan.

Reformasi juga mencakup pengembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, ekonomi berbasis pengetahuan, statistik, dan pengawasan regulasi.

Menurut laporan media resmi Kuba, langkah tersebut ditujukan tidak hanya untuk mengatasi kesulitan ekonomi saat ini, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Media pemerintah menyebut reformasi akan mengubah struktur bisnis negara, memperluas peluang bagi modal swasta, serta mengakui mekanisme pasar sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien.

Pemerintah Tegaskan Tetap Berjalan dalam Kerangka Sosialis

Para pejabat Kuba menegaskan reformasi tersebut bukan penyimpangan dari sistem sosialisme yang dianut negara.

Mereka menyatakan seluruh kebijakan tetap sejalan dengan konstitusi Kuba.

Namun, pemerintah mengakui implementasi reformasi memerlukan perubahan regulasi dan pembentukan sejumlah undang-undang baru.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan kondisi negara saat ini membutuhkan langkah cepat dan mendalam.

Menurut laporan Granma, ia mengungkapkan bahwa Kuba membutuhkan agenda ekonomi yang mampu diterapkan dalam jangka pendek untuk mendukung stabilisasi ekonomi.

Agenda tersebut mencakup stabilisasi makroekonomi, peningkatan produksi, kepastian hukum, promosi investasi, pemanfaatan teknologi yang lebih luas, serta perlindungan sosial yang lebih terarah.

Perdana Menteri Manuel Marrero Cruz mengatakan reformasi dirancang untuk membantu Kuba mengatasi tantangan saat ini sekaligus mendorong pembangunan pada masa depan.

Krisis Energi dan Sanksi AS Jadi Tantangan Utama

Paket reformasi diajukan ketika Kuba menghadapi krisis multidimensional yang disebut sebagai yang terburuk sejak Periode Khusus pasca runtuhnya Uni Soviet pada 1990-an.

Media resmi melaporkan ekonomi Kuba mengalami kontraksi tajam pada paruh pertama 2026.

Pemadaman listrik harian rata-rata mencapai 20 jam.

Defisit listrik nasional juga meningkat hingga 1.955 megawatt.

Pemerintah Kuba menyalahkan memburuknya kondisi ekonomi pada kebijakan Amerika Serikat yang memperketat sanksi terhadap negara tersebut.

Otoritas Kuba menilai langkah Washington mengganggu pasokan minyak, menekan perusahaan yang berbisnis dengan Kuba, serta membatasi akses terhadap kredit dan pembiayaan internasional.

Pada Mei 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi baru terhadap sejumlah pejabat dan entitas Kuba.

Sebelumnya pada Januari 2026, Trump juga menetapkan mekanisme tarif terhadap barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026