billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Klaim Tak Ada Batasan Kekuasaan Setelah Konflik Iran dan Sebut Militer AS Terkuat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Klaim Tak Ada Batasan Kekuasaan Setelah Konflik Iran dan Sebut Militer AS Terkuat
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (6/4/2026). ANTARA/Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak ada batasan terhadap kemampuannya menggunakan kekuasaan setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta menegaskan bahwa negaranya memiliki kekuatan militer paling unggul di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Axios yang dirilis pada Kamis (18/6) waktu setempat saat menjawab pertanyaan mengenai pelajaran yang didapat terkait penggunaan dan batasan kekuasaan presiden pascakonflik dengan Iran.

“Tidak ada batasan. Saya belum mempelajari pelajaran itu. Saya tahu ada, tetapi tidak ada batasan. Kami mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer,” ungkap Trump.

Trump Soroti Kekuatan Militer Amerika Serikat

Dalam wawancara tersebut, Trump menekankan superioritas militer Amerika Serikat dibandingkan negara lain di dunia.

Ia juga menyinggung keberhasilan operasi blokade laut yang pernah dilakukan Amerika Serikat selama konflik berlangsung.

“Kami memiliki militer terkuat di dunia, jauh melampaui yang lain. Siapa lagi yang bisa melakukan blokade seperti itu? Saya pernah melakukan blokade laut di mana tak ada satu pun kapal bisa melintas. Beberapa memang mencoba, tapi mereka gagal. Itu tidak berlangsung lama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri ketegangan militer antara kedua negara.

Sebut Kesepakatan dengan Iran Mirip Penyerahan Tanpa Syarat

Trump juga menanggapi pertanyaan mengenai apakah penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dapat dianggap sebagai bentuk penyerahan tanpa syarat dari Teheran.

Menurut Trump, kemungkinan besar kesepakatan tersebut memang mencerminkan kondisi tersebut.

“Ya, kemungkinan besar itu memang penyerahan tanpa syarat,” katanya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran diketahui telah menyepakati nota kesepahaman yang menjadi dasar penghentian konflik dan membuka jalan bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran serta pencabutan sejumlah sanksi.

Kesepakatan Damai Jadi Sorotan Dunia

Kesepakatan damai antara Washington dan Teheran menjadi perhatian internasional karena dinilai berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Selain mengatur penghentian konflik militer, kesepakatan tersebut juga mencakup pembahasan isu strategis seperti program nuklir Iran, pelayaran di Selat Hormuz, serta normalisasi hubungan kedua negara dalam jangka panjang.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti
Kemenkeu 2026