HOME  ⁄  Geopolitik

Utusan China di PBB Desak Gencatan Senjata Ukraina dan Percepatan Upaya Perdamaian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Utusan China di PBB Desak Gencatan Senjata Ukraina dan Percepatan Upaya Perdamaian
Foto: (Sumber :Asap tebal terlihat di Kiev, Ukraina pada 2 Juni 2026 akibat serangan besar-besaran drone dan rudal Rusia terhadap Ukraina. ANTARA/Xinhua/Li Dongxu.)

Pantau - Deputi Perwakilan Tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Sun Lei menyerukan seluruh pihak terkait konflik Ukraina untuk meningkatkan upaya mencapai gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran di tengah memburuknya situasi kemanusiaan dan meningkatnya intensitas perang.

Pernyataan tersebut disampaikan Sun Lei dalam sesi pengarahan Dewan Keamanan PBB mengenai Ukraina di Markas Besar PBB, New York, pada Senin (22/6).

China Soroti Eskalasi Konflik dan Dampak bagi Warga Sipil

Sun menilai eskalasi konfrontasi militer yang terus meningkat hanya akan memperburuk peluang terciptanya perdamaian.

"Tren ini sangat berbahaya dan harus segera dihentikan," ungkap Sun.

Menurutnya, konfrontasi militer tidak akan menghasilkan solusi, melainkan memperdalam perpecahan, merusak kepercayaan, dan meningkatkan risiko eskalasi yang lebih luas.

Sun meminta seluruh pihak untuk menahan diri, mematuhi hukum humaniter internasional, serta menghindari serangan terhadap warga sipil, infrastruktur sipil, dan pekerja kemanusiaan.

"Segala upaya harus dilakukan untuk meredakan situasi serta mencapai gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran," katanya.

Perundingan Dinilai Masih Membuka Peluang Perdamaian

China mencermati perkembangan terbaru terkait perundingan damai yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina meski masih terdapat perbedaan pandangan di antara para pihak.

Sun menegaskan selama dialog dan negosiasi masih berlangsung, peluang mencapai perdamaian tetap terbuka.

"Semakin kompleks situasinya, semakin penting untuk mempertahankan kepercayaan dan mengintensifkan upaya," ujarnya.

Ia mendorong semua pihak menunjukkan niat politik dan fleksibilitas untuk menyelesaikan perbedaan serta mengakomodasi kepentingan keamanan masing-masing.

China Siap Dukung Penyelesaian Politik

Sun menilai krisis Ukraina telah berkembang menjadi persoalan kompleks yang melibatkan berbagai kepentingan dan kontradiksi mendasar.

Ia menyerukan penerapan konsep keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan sesuai prinsip Piagam PBB.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mewujudkan arsitektur keamanan regional yang seimbang dan efektif guna menjaga stabilitas jangka panjang di Eropa.

Sun menegaskan posisi China terhadap konflik Ukraina tetap konsisten dan mendukung penyelesaian melalui jalur politik.

China, kata dia, siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mempercepat terwujudnya penyelesaian politik atas krisis Ukraina.

Penulis :
Aditya Yohan