
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain melalui serangkaian serangan rudal balistik dan drone di tengah meningkatnya ketegangan pascaberlakunya nota kesepahaman perdamaian kedua negara.
IRGC Klaim Serang Delapan Fasilitas Militer AS
IRGC menyatakan operasi dilakukan bersama pasukan laut dan udara dengan sasaran delapan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima AS di Bahrain.
Menurut laporan televisi nasional IRIB, operasi tersebut merupakan salah satu serangan langsung Iran yang paling signifikan terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan sejak konflik dimulai.
IRGC menyatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran di Sirik dan Pulau Qeshm.
Ketegangan Meningkat Meski MoU Perdamaian Berlaku
Eskalasi terjadi meski Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dokumen itu mengatur penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





