HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Umumkan Aset 6 Miliar Dolar AS di Qatar Akan Dicairkan Usai MoU Perdamaian dengan AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Umumkan Aset 6 Miliar Dolar AS di Qatar Akan Dicairkan Usai MoU Perdamaian dengan AS
Foto: (Sumber :Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang sedang berkunjung di Islamabad, Pakistan pada 23 Juni 2026. ANTARA/Handout via Xinhua/PID.)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan aset Iran senilai 6 miliar dolar AS yang selama ini dibekukan dan disimpan di Qatar akan segera dicairkan serta dikembalikan ke negaranya, menyusul perkembangan implementasi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Aset Dibuka dan Sanksi Mulai Dicabut

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Senin (29/6) saat bertemu dengan seorang ulama senior di Provinsi Qom, Iran tengah, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Pezeshkian mengungkapkan total aset Iran yang dibekukan di Qatar mencapai 12 miliar dolar AS.

Ia mengatakan langkah-langkah lanjutan sedang dilakukan untuk mengembalikan sisa dana tersebut ke Iran.

Pezeshkian menyebut MoU perdamaian tersebut sebagai "kemenangan besar" bagi rakyat Iran.

Ia juga mengungkapkan, "kemenangan besar."

Menurut Pezeshkian, sanksi terhadap ekspor petrokimia dan minyak Iran telah dicabut dalam kerangka kerja kesepakatan tersebut.

Iran Tegaskan Sikap soal Nuklir

Pezeshkian mengatakan AS pada akhirnya mendorong Israel menerima MoU perdamaian, meski Israel dan sejumlah kelompok lainnya masih menentang implementasi kesepakatan itu.

Ia kembali menegaskan Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

Menurutnya, aktivitas nuklir Iran akan dijalankan sesuai kebutuhan nasional dan berada dalam kerangka kebijakan yang telah diumumkan.

Sebelumnya, pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di seluruh front di kawasan, termasuk Lebanon.

Dalam MoU tersebut, kedua negara sepakat menggelar negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.

Penulis :
Ahmad Yusuf