
Pantau - Iran menegaskan tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada tingkat apa pun dalam beberapa hari ke depan, sementara pemerintah saat ini memprioritaskan pelaksanaan nota kesepahaman mengenai penghentian perang yang mulai berlaku pada 18 Juni.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran sekaligus juru bicara tim perunding, Esmaeil Baqaei, menyampaikan penegasan tersebut pada Senin (29/6) sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency.
Baqaei mengatakan pemerintah Iran saat ini berfokus memastikan seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman dijalankan sesuai kesepakatan.
Ia mengungkapkan, "secara serius mengejar pemenuhan tuntutannya."
Fokus pada Implementasi Nota Kesepahaman
Baqaei menjelaskan Amerika Serikat telah menerbitkan lisensi yang diperlukan berdasarkan Pasal 10 nota kesepahaman yang mengatur penjualan minyak Iran.
Ia mengatakan Iran terus memantau pelaksanaan Pasal 10 tersebut.
Mengenai Pasal 11 yang mengatur pencairan aset Iran yang dibekukan, Baqaei menyatakan proses implementasinya juga sedang berlangsung.
Delegasi ahli Iran dijadwalkan berangkat ke Doha pada akhir pekan ini untuk menindaklanjuti proses pencairan aset tersebut.
Baqaei menegaskan Iran belum memasuki tahap negosiasi mengenai kesepakatan final.
Menurut Baqaei, Pasal 13 nota kesepahaman mengatur bahwa pembicaraan mengenai perjanjian komprehensif hanya dapat dimulai setelah Pasal 1, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 10, dan Pasal 11 diterapkan serta pelaksanaannya terus berjalan.
Bantah Laporan Pertemuan dengan Pejabat Amerika Serikat
Baqaei membantah laporan mengenai kemungkinan pertemuan dengan pejabat senior Amerika Serikat di Doha selama kunjungan delegasi Iran.
Menurutnya, apabila terdapat kunjungan pejabat Amerika Serikat ke Qatar, hal tersebut tidak berkaitan dengan misi teknis delegasi Iran.
Ia menegaskan, "Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika pada tingkat apa pun dalam beberapa hari ke depan."
Nota kesepahaman Islamabad yang terdiri atas 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepakatan tersebut ditandatangani setelah berminggu-minggu ketegangan di kawasan yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam nota kesepahaman itu, Pasal 1 mengatur gencatan senjata dan penghentian operasi militer, Pasal 4 membahas front Lebanon serta penarikan pasukan Israel, Pasal 5 mengatur pelayaran sementara dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz, Pasal 10 mengatur ekspor minyak Iran, sedangkan Pasal 11 mengatur akses terhadap aset Iran yang dibekukan.
- Penulis :
- Shila Glorya





