
Pantau - Negara-negara Eropa menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz dengan syarat memperoleh persetujuan dari Iran dan Oman di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Jerman Sebut Operasi Butuh Persetujuan Iran dan Oman
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan Jerman bersama sejumlah negara Eropa pada prinsipnya siap ikut serta dalam operasi pembersihan ranjau yang dipimpin Inggris dan Prancis.
"Jerman, bersama beberapa negara lain, di bawah kepemimpinan Inggris dan Prancis, pada prinsipnya siap terlibat dalam operasi pembersihan ranjau karena hal itu jelas menjadi ancaman bagi semua kapal yang ingin melintasi selat tersebut," ujarnya kepada Al Jazeera.
Ia menegaskan operasi hanya dapat dilaksanakan apabila situasi memungkinkan dan mendapat persetujuan dari Oman serta Iran agar satuan Eropa dapat menjalankan misi tersebut.
Wadephul juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan mendesak Amerika Serikat serta Iran menghentikan permusuhan dan kembali ke meja perundingan.
Ketegangan di Selat Hormuz Terus Meningkat
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal niaga di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Iran selanjutnya menuduh Washington melanggar Nota Kesepahaman Islamabad dan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
- Penulis :
- Aditya Yohan





