
Pantau - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan menangguhkan serangan terhadap Iran di tengah proses negosiasi, namun tetap berada dalam kondisi siaga untuk melanjutkan operasi militer apabila diperlukan.
AS Utamakan Jalur Diplomasi di Tengah Ketegangan
Laporan CNN yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan penghentian sementara operasi dilakukan di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Media Iran pada Kamis malam melaporkan terdengar ledakan di Bushehr, Konarak, dan Choghadak.
Sementara itu, media NewsNation mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan Washington tetap berkomitmen mengupayakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dengan Iran.
Menurut laporan tersebut, AS melancarkan serangan kemudian menghentikannya sementara guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
Seorang pejabat AS yang dikutip CNN mengatakan awak kapal induk USS Abraham Lincoln sebelumnya telah memuat amunisi ke pesawat tempur, sementara para pilot menjalani latihan manuver sebagai persiapan apabila serangan kembali diperintahkan.
Meski demikian, para pejabat AS menegaskan klaim Iran mengenai adanya serangan baru oleh Washington pada Kamis malam tidak benar.
Ketegangan Meningkat Usai Serangan Balasan
Sebelumnya, pada Rabu dini hari, militer AS melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran.
Sebagai balasan, militer Iran melaporkan telah menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati kedua pihak.
Laporan mengenai perkembangan konflik tersebut bersumber dari Sputnik, RIA Novosti, dan OANA.
- Penulis :
- Aditya Yohan





