HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tegaskan Tetap Jadi Penjaga Selat Hormuz di Tengah Ancaman Tarif Keamanan dari Trump

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Tegaskan Tetap Jadi Penjaga Selat Hormuz di Tengah Ancaman Tarif Keamanan dari Trump
Foto: (Sumber :Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency / pri..)

Pantau - Pemerintah Iran menegaskan akan tetap menjadi penjaga Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana memblokade Iran di jalur pelayaran strategis tersebut serta mengenakan biaya keamanan sebesar 20 persen terhadap kapal yang melintas.

Iran Respons Ancaman Trump

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran selama ini telah menjaga keamanan Selat Hormuz dan akan terus menjalankan peran tersebut.

"Presiden AS benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini," ungkap Araghchi melalui akun X.

"Iran selalu menjadi PENJAGA Selat dan akan tetap demikian SELAMANYA," lanjutnya.

Araghchi juga menanggapi rencana pengenaan biaya keamanan sebesar 20 persen yang diumumkan Trump.

"20 persen tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil," katanya.

Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan memberlakukan kembali blokade terhadap Iran di Selat Hormuz sekaligus mengenakan tarif jasa keamanan sebesar 20 persen kepada kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.

Pernyataan itu memicu kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz, meski sebelumnya kedua negara telah memiliki nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan sebagai langkah menuju penyelesaian konflik dan perundingan perdamaian.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi energi global.

Penulis :
Ahmad Yusuf