
Pantau - Iran mengklaim dua kapal tanker super lumpuh setelah menggunakan jalur pelayaran yang disebut ilegal di Selat Hormuz atas dorongan militer Amerika Serikat, menurut pernyataan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Selasa.
IRGC Sebut Kapal Abaikan Peringatan
IRGC menyatakan pasukan Amerika Serikat mendorong sejumlah kapal melintasi jalur yang mereka sebut ilegal di perairan strategis Selat Hormuz.
Menurut IRGC, kedua kapal tanker mematikan sistem navigasi dan mengabaikan peringatan berulang dari Pusat Pengendalian Keamanan Maritim Selat Hormuz.
IRGC menilai tindakan tersebut membahayakan lalu lintas pelayaran lain di kawasan.
Dalam keterangannya, IRGC menyebut kedua kapal kemudian mencoba melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau sebelum akhirnya terkena hantaman dan tidak dapat beroperasi.
Namun, IRGC tidak menjelaskan apa yang menghantam kapal tersebut maupun secara langsung mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.
IRGC juga memperingatkan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat dan penggunaan jalur yang telah dipasangi ranjau dapat memicu kerusakan yang lebih besar, menunda pembukaan kembali Selat Hormuz, serta memperdalam krisis energi global.
UEA Sebut Dua Tanker Diserang Rudal Iran
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan dua kapal tanker berbendera UEA, Mombasa dan Al Bahiyah, menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran.
Menurut kementerian, kedua kapal diserang saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di perairan teritorial Oman.
Serangan tersebut menewaskan seorang awak kapal asal India di atas Mombasa dan melukai delapan orang lainnya, termasuk empat korban yang mengalami luka serius.
Kementerian Pertahanan UEA juga menyatakan kebakaran sempat terjadi di kedua kapal tanker, namun berhasil dipadamkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





