
Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan Pasukan Multinasional untuk Ukraina (Multinational Force for Ukraine/MNFU) akan menggelar latihan militer gabungan di negara-negara tetangga Ukraina dalam beberapa bulan mendatang sebagai bagian dari persiapan jaminan keamanan bagi Ukraina setelah gencatan senjata dengan Rusia.
Latihan Disiapkan untuk Uji Rencana Pengerahan Pasukan
Macron menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Koalisi Sukarela (Coalition of the Willing) di Paris, Prancis, Senin.
Ia menjelaskan MNFU akan bertugas memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina setelah penghentian permusuhan dengan Rusia di masa mendatang.
Macron mengungkapkan, “dikerahkan di laut, udara, dan daratan Ukraina setelah gencatan senjata tercapai, serta murni bertujuan defensif.”
Ia mengatakan latihan militer tersebut bertujuan menguji kesiapan rencana pengerahan pasukan sekaligus menegaskan bahwa pilar utama jaminan keamanan bagi Ukraina tetap bertumpu pada kekuatan militer Ukraina.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam konferensi pers yang sama menyatakan sekitar 25 negara siap berpartisipasi dalam MNFU.
Rusia Sebut Koalisi Alami Delusi
Koalisi Sukarela dipimpin bersama oleh Prancis dan Inggris serta beranggotakan sekitar 30 negara yang sebagian besar berasal dari Eropa dan telah menyatakan dukungan kepada Ukraina.
Rusia melabeli aliansi tersebut sebagai "koalisi para pengobar perang."
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi pengumuman itu dengan menyebut keyakinan koalisi bahwa Rusia dapat dikalahkan sebagai "delusi yang mendalam."
- Penulis :
- Aditya Yohan





