HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Eropa Mengkritik Perluasan Permukiman Israel di Tepi Barat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Uni Eropa Mengkritik Perluasan Permukiman Israel di Tepi Barat
Foto: (Sumber :Sebuah foto yang diambil pada 28 Desember 2009 menunjukkan permukiman Yahudi di Neve Ya'akov, Yerusalem Timur. (ANTARA/Xinhua/Yin Bogu).)

Pantau - Uni Eropa mengkritik keputusan terbaru Israel memperluas permukiman di Tepi Barat yang diduduki karena dinilai dapat semakin melemahkan peluang terwujudnya solusi dua negara.

UE Soroti Risiko terhadap Komunitas Palestina

Layanan Aksi Eksternal Eropa atau European External Action Service menyampaikan kekhawatiran tersebut melalui pernyataan resmi pada Jumat (17/7).

UE menilai persetujuan Israel atas pendanaan baru untuk perluasan permukiman akan memperkuat keberadaan permukiman di sejumlah wilayah sensitif di Tepi Barat.

Langkah itu juga dinilai dapat meningkatkan fragmentasi dan isolasi komunitas Palestina serta memperbesar risiko pelanggaran hak asasi manusia.

Blok tersebut menegaskan tidak mengakui keputusan Israel yang memberikan status kota kepada permukiman Givat Ze'ev di Tepi Barat.

UE Desak Israel Hentikan Tindakan Sepihak

UE kembali menegaskan tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang diduduki sejak Juni 1967 sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

UE menyerukan agar Israel menahan diri dari perluasan permukiman, legalisasi pos-pos permukiman ilegal, pengambilalihan lahan, pembongkaran, dan pengusiran.

Blok tersebut menilai berbagai tindakan sepihak itu dapat mengurangi peluang terwujudnya solusi dua negara.

Penulis :
Aditya Yohan