HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Dorong Dunia Usaha Tingkatkan Investasi Modal dan Upah untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jepang Dorong Dunia Usaha Tingkatkan Investasi Modal dan Upah untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Foto: (Sumber :Ilustrasi Jepang. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu).)

Pantau - Pemerintah Jepang mendorong perusahaan memanfaatkan dana tunai yang selama ini ditimbun untuk meningkatkan investasi modal dan upah pekerja sebagai langkah memperkuat pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tertuang dalam buku putih ekonomi tahunan yang diterbitkan pada Jumat.

Pemerintah menilai sektor publik dan swasta perlu bekerja sama menjalankan strategi investasi yang lebih aktif sebagai bagian dari kebijakan ekonomi dan fiskal.

Pemerintah Soroti Penumpukan Dana Tunai Perusahaan

Dana kas dan simpanan perusahaan swasta nonkeuangan di Jepang terus meningkat sejak pandemi COVID-19 hingga melampaui 380 triliun yen atau sekitar 2,3 triliun dolar AS pada akhir Maret.

Dokumen tersebut memperkuat kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang mendorong investasi pada 17 sektor strategis, termasuk industri semikonduktor, keamanan ekonomi, dan kesiapsiagaan menghadapi krisis.

Pemerintah menilai setelah pecahnya gelembung aset pada dekade 1990-an, banyak perusahaan memangkas investasi modal dan membatasi kenaikan upah sehingga memicu stagnasi ekonomi serta siklus penurunan investasi dan belanja.

Meski perusahaan kini lebih mudah menaikkan harga akibat lonjakan biaya impor sejak dekade 2020-an, pemerintah menilai masih banyak perusahaan menyimpan dana tunai secara berlebihan dibanding menggunakannya untuk ekspansi usaha.

Target Investasi Capai 370 Triliun Yen

Buku putih tersebut juga mencatat minimnya investasi modal menyebabkan porsi aset berwujud seperti mesin dan pabrik terus menurun sehingga banyak perusahaan masih menggunakan peralatan lama dengan produktivitas lebih rendah dibanding negara maju lainnya.

Pemerintah memperingatkan rendahnya investasi berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Jepang dalam jangka panjang.

Melalui pedoman kebijakan ekonomi dan fiskal yang telah disetujui kabinet, pemerintah menargetkan total investasi sektor publik dan swasta mencapai 370 triliun yen hingga tahun fiskal 2040 pada 17 sektor prioritas.

Pemerintah juga menilai perekonomian Jepang masih berada di jalur pemulihan secara moderat meski belum secara resmi dinyatakan keluar dari deflasi.

Selain itu, pemerintah mengingatkan ketidakpastian akibat memburuknya situasi di Timur Tengah masih berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang.

Penulis :
Ahmad Yusuf