HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Menolak Usulan Gencatan Senjata Amerika Serikat yang Disampaikan PM Irak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Menolak Usulan Gencatan Senjata Amerika Serikat yang Disampaikan PM Irak
Foto: (Sumber :Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi (kiri) saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran, Iran, pada Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Anadolu/HO-Iranian Presidency).)

Pantau - Iran menolak usulan gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat melalui Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di tengah konflik antara kedua negara yang telah berlangsung hampir dua pekan, menurut laporan The New York Times.

Laporan yang mengutip pejabat Iran dan Irak menyebutkan Ali al-Zaidi menyampaikan proposal tersebut saat berkunjung ke Teheran setelah sebelumnya bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

Pejabat Iran menyatakan usulan itu merupakan satu-satunya proposal yang diajukan Amerika Serikat saat ini, namun ditolak karena dinilai belum menyelesaikan persoalan mengenai kendali atas Selat Hormuz.

Dalam kunjungan resminya ke Teheran, Ali al-Zaidi juga menggelar pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen sekaligus Ketua Tim Negosiasi Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Menurut laporan tersebut, para pejabat Iran tengah mempersiapkan langkah menghadapi kemungkinan meluasnya konflik apabila Amerika Serikat melaksanakan ancaman serangan terhadap Iran dan infrastruktur penting lainnya.

Dua pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa serangan tersebut dapat mendorong Iran memperluas konflik ke tingkat regional, termasuk dengan menargetkan Tel Aviv.

Iran juga disebut akan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab al-Mandab apabila eskalasi terus meningkat.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya kembali melancarkan serangan terhadap Iran hingga malam ke-13 secara berturut-turut pada Jumat dini hari.

Pihak berwenang Iran sebelumnya menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat telah mencapai 53 orang, sementara 592 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ketegangan meningkat sejak Presiden Donald Trump pada 8 Juli mengumumkan bahwa gencatan senjata yang tercantum dalam MoU Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.

Sejak saat itu, Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan yang berdampak pada terganggunya pelayaran di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan energi global, penutupan wilayah udara secara berkala, serta meningkatnya peringatan terhadap potensi serangan terhadap fasilitas Amerika Serikat di luar kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf