HOME  ⁄  Geopolitik

Eropa Khawatir Ketergantungan Energi Beralih dari Rusia ke Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Eropa Khawatir Ketergantungan Energi Beralih dari Rusia ke Amerika Serikat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Deretan bendera negara-negara anggota markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Eropa menghadapi kekhawatiran baru terkait ketergantungan energi terhadap Amerika Serikat setelah menghentikan impor energi dari Rusia, dengan pasokan liquefied natural gas (LNG) asal AS kini menyumbang sekitar dua pertiga kebutuhan Eropa dan diperkirakan meningkat hingga 80 persen pada akhir dekade ini.

Impor LNG AS Terus Meningkat

Laporan The New York Times menyebutkan peningkatan impor energi dari Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran di kalangan pemimpin pertahanan dan energi Eropa.

Mereka menilai penghentian penggunaan gas Rusia justru berpotensi memberikan pengaruh yang terlalu besar kepada Washington terhadap kebijakan energi domestik negara-negara Eropa.

Pada Januari 2026, Dewan Uni Eropa menyetujui regulasi penghentian bertahap impor LNG dan gas pipa dari Rusia.

Larangan impor LNG berdasarkan kontrak jangka pendek mulai berlaku pada 25 April 2026.

Larangan untuk kontrak jangka panjang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Sementara itu, larangan impor gas melalui pipa untuk kontrak jangka pendek mulai diterapkan pada 17 Juni 2026.

Adapun larangan kontrak jangka panjang untuk gas pipa akan mulai berlaku pada 1 November 2027.

Rusia Nilai Kebijakan Barat Jadi Bumerang

Rusia menyatakan negara-negara Barat telah melakukan kesalahan besar dengan menghentikan pembelian hidrokarbon dari negaranya.

Menurut pemerintah Rusia, kebijakan tersebut justru akan menciptakan ketergantungan baru dengan biaya energi yang lebih tinggi.

Rusia juga menilai negara-negara yang tidak lagi membeli energi secara langsung tetap akan memperoleh minyak dan gas Rusia melalui perantara dengan harga yang lebih mahal.

Penulis :
Ahmad Yusuf