HOME  ⁄  Geopolitik

LSM Sebut Israel Tahan Sedikitnya 80 Warga Palestina dalam Operasi Besar-besaran di Tepi Barat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

LSM Sebut Israel Tahan Sedikitnya 80 Warga Palestina dalam Operasi Besar-besaran di Tepi Barat
Foto: (Sumber :Pasukan Israel menahan puluhan pemuda Palestina dalam penggerebekan di kota Tell setelah menutup seluruh akses masuk dan keluar kota serta melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di Nablus, Tepi Barat, Palestina, pada 25 Juli 2026. ANTARA/Issam Rimawi - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Lembaga swadaya masyarakat Palestinian Prisoners Club menyatakan pasukan Israel menahan sedikitnya 80 warga Palestina dalam operasi penangkapan besar-besaran di Tepi Barat sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, kurang dari sehari setelah bentrokan di Kota Tell, selatan Nablus, yang menewaskan empat warga Palestina dan seorang warga Israel.

Penangkapan Massal Pascabentrokan di Nablus

Palestinian Prisoners Club menyebut sebagian dari mereka yang ditahan merupakan mantan tahanan.

LSM tersebut menyatakan sebagian besar penangkapan dilakukan sebagai respons terhadap tindakan warga Palestina yang melawan serangan para pemukim dan berupaya melindungi kota serta tanah mereka.

Organisasi itu juga mengungkapkan lebih dari 3.600 warga Palestina di Tepi Barat telah ditangkap sepanjang tahun ini.

Sebagai respons atas bentrokan yang terjadi pada Jumat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengumumkan peningkatan intensitas operasi militer, penambahan pos pemeriksaan di Tepi Barat, serta pembangunan kawasan pertanian baru.

Penutupan Akses dan Kekhawatiran Jelang Pemilu

Gubernur Nablus Ghassan Daghlas mengatakan militer Israel masih menutup seluruh akses masuk ke kota tersebut sehingga ribuan warga Palestina tidak dapat kembali ke rumah mereka di wilayah utara Tepi Barat.

Ia mengungkapkan, "Kelompok ekstremis Israel telah memulai kampanye pemilihan umum (pemilu) mereka dengan mengorbankan warga Palestina," ujarnya.

Profesor ilmu politik Universitas Al-Quds Ahmed Rafiq Awad mengatakan beberapa bulan ke depan diperkirakan akan berlangsung dalam situasi yang semakin berbahaya menjelang pemilu parlemen Israel.

Ia mengungkapkan, "Beberapa bulan ke depan akan berbahaya karena adanya pemilu," seraya menambahkan bahwa pemerintah Israel saat ini "melindungi sekaligus menyokong para pemukim, baik secara finansial maupun militer."

Penulis :
Aditya Yohan