HOME  ⁄  Geopolitik

Pemimpin Tertinggi Iran Tegaskan Dukungan kepada Hizbullah dan Desak Israel Hentikan Serangan di Lebanon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemimpin Tertinggi Iran Tegaskan Dukungan kepada Hizbullah dan Desak Israel Hentikan Serangan di Lebanon
Foto: (Sumber :Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan kembali dukungan penuh terhadap Hizbullah serta mendesak Israel menghentikan seluruh serangan ke Lebanon secara total dan tanpa syarat melalui pernyataan yang disampaikan di media sosial X.

Iran Serukan Penghentian Agresi Israel

Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba Khamenei sebagai tanggapan atas surat kesetiaan dari Sekretaris Jenderal Hizbullah dan anggota kelompok itu.

Ia mengungkapkan, "[Republik Islam Iran] Menetapkan penjagaan keutuhan wilayah Lebanon serta penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak dan tanpa syarat sebagai syarat utama untuk menyepakati pengakhiran perang yang dipaksakan oleh AS yang agresif ini."

Mojtaba menyebut Hizbullah tetap berdiri teguh sebagai "batu karang yang tak tergoyahkan sebagai garda terdepan" kelompok-kelompok yang melawan serangan Israel.

Ia juga mengatakan bangsa-bangsa di dunia "telah muak dengan kesewenang-wenangan dan penindasan" pemerintah Amerika Serikat dan Israel yang disebutnya "merupakan penghancur kehidupan dan generasi."

Ia menegaskan, "Tidak ada lagi jalan ke depan selain jihad dan perlawanan."

Konflik Masih Berlangsung Meski Ada Kesepakatan

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 4.330 orang dan melukai 12.236 lainnya.

Lebanon dan Israel sebelumnya menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni untuk mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki.

Kesepakatan tersebut tidak mencantumkan jadwal penarikan pasukan dan mengaitkan penyelesaiannya dengan pengambilalihan tanggung jawab keamanan oleh tentara Lebanon serta pelucutan senjata kelompok non-negara, termasuk Hizbullah.

Hingga kini, Israel masih menduduki sebagian wilayah selatan Lebanon, baik yang telah dikuasai selama beberapa dekade maupun wilayah yang direbut dalam perang antara Oktober 2023 hingga November 2024.

Penulis :
Ahmad Yusuf