HOME  ⁄  Geopolitik

Legislator Jepang Bentuk Koalisi untuk Perkuat Industri Kartu Koleksi dan Cegah Peredaran Produk Palsu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Legislator Jepang Bentuk Koalisi untuk Perkuat Industri Kartu Koleksi dan Cegah Peredaran Produk Palsu
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Jepang berkibar di depan Gedung Parlemen di Tokyo, Jepang. ANTARA/Anadolu Agency/aa..)

Pantau - Sejumlah anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat Jepang membentuk koalisi untuk mempromosikan industri kartu koleksi atau trading card yang tengah berkembang pesat sekaligus memperkuat daya saingnya di pasar global.

Koalisi yang beranggotakan 20 legislator itu akan menyusun aturan guna menyempurnakan ekosistem industri kartu koleksi, termasuk mengatasi persoalan kartu palsu, praktik pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali, serta meningkatkan transparansi pasar.

Dorong Industri Bersaing di Pasar Global

Kartu koleksi yang menampilkan karakter dari gim, manga, dan anime Jepang seperti Pokemon dan Yu-Gi-Oh! terus mengalami peningkatan popularitas di pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan perdana koalisi pada akhir Juli, anggota DPR Jepang Seiji Kihara yang ditunjuk sebagai ketua koalisi mengatakan industri kartu koleksi memiliki potensi besar untuk bersaing secara global.

“dapat bersaing secara global”, ungkap Kihara.

Ia menambahkan bahwa “pasar yang sehat” perlu dibangun agar industri tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sebagai orang tua yang anaknya juga mengoleksi kartu permainan, Kihara menilai berbagai turnamen dan kegiatan kartu koleksi di Jepang turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Nilai Pasar Terus Tumbuh

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan industri dan pejabat Kementerian Ekonomi serta Perdagangan Jepang memaparkan perkembangan pasar beserta tantangan yang dihadapi sektor kartu koleksi.

Berdasarkan data Asosiasi Permainan Jepang, nilai pasar kartu koleksi domestik mencapai 338 miliar yen pada tahun anggaran 2025 yang dimulai pada April.

Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar 88 miliar yen.

Koalisi menilai pertumbuhan nilai aset kartu koleksi juga memunculkan berbagai persoalan baru seperti peredaran kartu palsu, penipuan dalam transaksi, hingga potensi penyalahgunaan kartu koleksi untuk pencucian uang.

Karena itu, kelompok tersebut menekankan pentingnya membangun kerangka industri yang lebih kuat mengingat upaya memperbaiki praktik perdagangan selama ini masih bergantung pada inisiatif masing-masing peritel dan kolektor.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026