
Pantau - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Komisi Eropa memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa setelah gelombang migran memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta.
Jerman Soroti Pentingnya Perlindungan Perbatasan
Johann Wadephul menyampaikan negara-negara Eropa membutuhkan mitra eksternal, termasuk Maroko, untuk mengendalikan migrasi ilegal, sebagaimana dilaporkan surat kabar Jerman Bild pada Minggu.
Menurut laporan tersebut, Eropa dinilai berhasil menghindari krisis migrasi besar, meski situasi di lapangan masih tergolong tegang.
Gelombang Migran Picu Pengerahan Aparat
Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar dari Maroko.
Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengungkapkan, "Sekitar 60.000 orang telah memasuki wilayah kota dari Maroko dalam satu hari."
Masuknya migran dalam jumlah besar memicu kerusuhan sehingga otoritas mengerahkan tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, dan militer untuk mengendalikan situasi.
Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol di pesisir utara Afrika yang berbatasan langsung dengan Maroko.
Bersama Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika serta dikenal sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Uni Eropa.
- Penulis :
- Gerry Eka



