
Pantau - Migran ilegal yang memasuki wilayah Ceuta, daerah otonom Spanyol di Afrika Utara, dilaporkan bersembunyi di berbagai lokasi untuk menghindari pemulangan atau deportasi ke Maroko di tengah krisis migrasi yang masih berlangsung.
Migran Bersembunyi di Berbagai Lokasi
Menurut koresponden RIA Novosti, para migran ditemukan bersembunyi di bawah jembatan, atap bangunan, pantai, taman, saluran pembuangan, serta sejumlah lokasi lainnya.
Ratusan migran masih berada di kawasan pesisir dan jalan-jalan dekat perbatasan dalam kelompok-kelompok kecil.
Kondisi tersebut menyulitkan aparat keamanan untuk menemukan seluruh migran ilegal yang memasuki wilayah tersebut.
Banyak migran terlihat kelelahan dan hanya membawa kantong kecil berisi makanan kering.
Sebagian dari mereka juga mendatangi pejalan kaki untuk meminta makanan dan uang.
Krisis Migrasi Masih Berlangsung
Warga setempat mulai menghindari kawasan pesisir di sekitar pos perbatasan Tarajal karena situasi yang masih tegang.
Pada akhir Juli, Ceuta mengalami lonjakan besar kedatangan migran dari Maroko.
Sekitar 60.000 orang memasuki Ceuta dalam kurun waktu 24 jam, ungkap Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas.
Pemerintah Spanyol kemudian mengerahkan tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, dan militer setelah krisis tersebut memicu kerusuhan di sejumlah lokasi.
Ceuta bersama Melilla merupakan wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika serta dikenal sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Eropa.
- Penulis :
- Gerry Eka



