HOME  ⁄  Geopolitik

Perundingan Lebanon dan Israel yang Dimediasi AS Kembali Digelar di Roma Bahas Keamanan Perbatasan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Perundingan Lebanon dan Israel yang Dimediasi AS Kembali Digelar di Roma Bahas Keamanan Perbatasan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Lebanon. /ANTARA/AIGen-BPY.)

Pantau - Putaran baru perundingan antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat resmi dimulai di Roma, Italia, pada Selasa (4/8) untuk melanjutkan pembahasan implementasi kerangka kerja yang mencakup keamanan perbatasan, pelucutan senjata Hezbollah, hingga penempatan ulang pasukan Israel di Lebanon selatan.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Tommy Pigott mengatakan perundingan tersebut akan berlangsung hingga 6 Agustus.

"Pembicaraan terbaru yang difasilitasi AS antara Israel dan Lebanon dimulai hari ini di Roma dan akan berlangsung hingga 6 Agustus," ujar Tommy Pigott.

Perundingan mempertemukan tim teknis dari kedua negara guna melanjutkan penerapan kerangka kerja trilateral yang telah disepakati sebelumnya.

Bahas Zona Percontohan hingga Pelucutan Senjata

Kerangka kerja tersebut mencakup pembentukan zona percontohan, pelucutan senjata kelompok Hezbollah, penempatan ulang pasukan Israel dari Lebanon selatan, serta membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian dan keamanan yang lebih komprehensif.

"Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh untuk mendukung kedua pemerintah dalam melanjutkan proses ini dengan cara yang menjamin keamanan jangka panjang bagi kedua negara, menghilangkan ancaman keamanan terhadap Israel, dan memulihkan otoritas negara Lebanon di seluruh wilayah selatan," ungkap Pigott.

Kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani Lebanon dan Israel di Washington pada 26 Juni menetapkan bahwa tentara Lebanon akan kembali mengambil alih kendali wilayah selatan setelah kelompok Hezbollah dilucuti.

Ketegangan di Perbatasan Masih Berlanjut

Proses implementasi akan diawali dengan pembentukan zona percontohan yang menjadi lokasi awal penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan.

Meski perundingan terus berlangsung, serangan Israel ke Lebanon dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari meskipun intensitasnya mulai menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Israel juga masih mempertahankan kehadiran militernya di wilayah selatan Lebanon yang menyebabkan sebagian besar penduduk di kawasan tersebut belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka.

Penulis :
Aditya Yohan