
Pantau - Komisi Eropa menyatakan jumlah penyeberangan ilegal di perbatasan luar Uni Eropa menurun 55 persen dalam dua tahun terakhir dan hampir 40 persen sejak awal 2026 berdasarkan data yang disampaikan Komisaris Eropa Urusan Dalam Negeri dan Migrasi Magnus Brunner.
Penyeberangan Ilegal Diklaim Terus Menurun
Magnus Brunner mengatakan penurunan jumlah migrasi ilegal menunjukkan tren positif dalam pengawasan perbatasan eksternal Uni Eropa.
"Migrasi ilegal menurun sebesar 55 persen dalam dua tahun terakhir. Penurunan lainnya hampir 40 persen sepanjang tahun ini," ungkapnya.
Brunner menyampaikan sejak awal 2026 telah tercatat lebih dari 49.000 kasus penyeberangan ilegal di perbatasan eksternal Uni Eropa.
"Jumlah ini kira-kira sama dengan jumlah orang yang tiba di Kepulauan Yunani saja dalam satu pekan pada Oktober 2015," ujarnya.
Krisis Ceuta Jadi Sorotan Uni Eropa
Pekan lalu, Kota Ceuta yang merupakan enklave Spanyol di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko mengalami lonjakan arus masuk migran.
Sekitar 60.000 orang dilaporkan menyeberang ke wilayah tersebut dalam satu hari, sementara jumlah penduduk Ceuta sekitar 85.000 jiwa.
Situasi itu mendorong sejumlah pejabat dari negara anggota Uni Eropa, termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di kawasan Schengen.
- Penulis :
- Aditya Yohan



