HOME  ⁄  Geopolitik

CENTCOM Klaim Telah Kawal Lebih dari 1.000 Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CENTCOM Klaim Telah Kawal Lebih dari 1.000 Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat bersiap melintasi Selat Hormuz yang krusial. /ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaim telah membantu lebih dari 1.000 kapal komersial melintasi Selat Hormuz dalam tiga bulan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

CENTCOM Sebut Jalur Selat Hormuz Tetap Terbuka

CENTCOM menyatakan jalur selatan Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka bagi seluruh kapal komersial yang melintasi perairan internasional tersebut.

"Rute selatan melalui Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka bagi semua kapal komersial yang ingin melintasi jalur perairan internasional tersebut. Selama tiga bulan terakhir, pasukan AS telah membantu lebih dari 1.000 kapal untuk berhasil melintasi selat tersebut meskipun terjadi agresi yang tidak beralasan dari Iran; dan perlintasan ini terus berlanjut hingga hari ini," ungkap CENTCOM.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari.

Namun, pada 8 Juli Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata tidak lagi berlaku sehingga pasukan AS kembali melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Ketegangan Berlanjut di Selat Hormuz

CENTCOM menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan milik Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan berakhir.

Setelah itu, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz serta memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Penulis :
Aditya Yohan