
Pantau - Ratusan migran masih terdampar di Pantai Playa del Trampolín, Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, setelah gelombang kedatangan besar pada akhir Juli 2026, sementara banyak di antara mereka tidak mengetahui prosedur untuk mengajukan suaka.
Wali Kota sekaligus Presiden Ceuta Juan Jesús Vivas mengatakan sekitar 3.000 hingga 5.000 migran masih berada di kota yang berbatasan dengan Maroko tersebut.
Sebagian migran menyatakan ingin mengajukan suaka di Spanyol, tetapi mereka tidak mengetahui lokasi maupun tahapan yang harus ditempuh untuk memulai proses tersebut.
Kendala Bahasa dan Dokumen Hambat Proses Suaka
Sejumlah migran hanya mengetahui sedikit kata dalam bahasa Spanyol, termasuk "asilo" yang berarti "suaka", sementara sebagian lainnya tidak dapat membaca atau menulis serta tidak memiliki dokumen identitas.
"Kami percaya pemerintah Spanyol tidak akan meninggalkan kami. Kami tidak ingin kembali; kami tidak punya masa depan di sana," kata seorang warga Maroko berusia 23 tahun kepada RIA Novosti.
Pria tersebut dapat berbicara bahasa Spanyol dan membantu kelompok migran lainnya berkomunikasi dengan warga setempat serta memahami informasi yang mereka terima.
Ratusan migran dilaporkan telah bertahan selama beberapa hari di pantai karena tidak mendapatkan tempat di pusat penampungan sementara.
Sebagian dari mereka tidur di atas pasir atau kardus dan mencari tempat berlindung dari terik matahari di bawah pepohonan maupun lereng pada siang hari.
Warga dan Relawan Salurkan Bantuan
Warga setempat, relawan, serta organisasi masyarakat memberikan makanan, pakaian, dan berbagai kebutuhan pokok kepada para migran yang masih berada di sekitar pantai.
Para migran menggunakan pancuran di pantai untuk mengisi botol plastik dengan air yang kemudian digunakan untuk minum dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pada malam hari, banyak migran juga mengantre menggunakan pancuran tersebut untuk mandi.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sekitar 72.000 orang telah memasuki Ceuta sejak akhir Juli 2026, sementara wilayah itu memiliki populasi sekitar 85.000 jiwa.
Sebagian besar migran yang masuk ke Ceuta tersebut telah dipulangkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



