
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tetap berkomitmen menempuh jalur dialog untuk melindungi hak-haknya, tetapi menolak segala upaya yang memaksa Iran menyerah.
Pezeshkian menyampaikan sikap tersebut dalam wawancara yang dirilis melalui situs resmi kepresidenan Iran pada Jumat (7/8/2026).
Presiden Iran itu membela keputusan pemerintahannya untuk berunding dengan Amerika Serikat (AS) dan menandatangani nota kesepahaman terkait penghentian perang.
Pezeshkian menegaskan Iran akan tetap menjalankan kewajibannya selama AS juga memenuhi komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman tersebut.
"Jika mereka gagal memenuhi komitmennya, kami pun tidak memiliki kewajiban untuk melanjutkannya," ujar Pezeshkian.
Pezeshkian sebelumnya membantah kabar bahwa dirinya akan mundur dari jabatan Presiden Iran di tengah isu perpecahan dalam kepemimpinan negara tersebut.
Dia menegaskan akan "melanjutkan tugasnya dengan tegas."
Isu tersebut muncul di tengah perbedaan pandangan terkait nota kesepahaman penghentian perang yang telah ditandatangani Iran dan AS.
Iran dan AS pada Juni 2026 menandatangani nota kesepahaman yang menyatakan kedua negara akan menggelar perundingan dalam waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.
Namun, ketegangan antara kedua negara kembali meningkat sehingga kelanjutan perundingan tersebut menjadi tidak pasti.
Pezeshkian menegaskan sikap Iran dalam proses tersebut bergantung pada pemenuhan komitmen oleh kedua pihak sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



