HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Isyaratkan AS Beralih Tekan Iran Lewat Ekonomi Ketimbang Operasi Militer Baru

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Isyaratkan AS Beralih Tekan Iran Lewat Ekonomi Ketimbang Operasi Militer Baru
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Akın Çeliktaş - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan Washington akan semakin mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran ketimbang segera melancarkan operasi militer baru di tengah ketegangan kedua negara.

Trump menyampaikan strategi tersebut dalam wawancara dengan Axios pada Minggu (9/8/2026), sembari menyebut Amerika Serikat terus mengawasi kondisi perekonomian Iran.

“Kami melakukannya dengan pendekatan yang tidak terlalu mencolok,” kata Trump kepada Axios.

Trump Soroti Kondisi Ekonomi Iran

Trump mengatakan Washington saat ini hanya setengah bernegosiasi dengan Teheran dan pada saat bersamaan memantau kondisi ekonomi Iran yang dinilainya semakin memburuk.

“Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang,” ujarnya.

Trump berpendapat Iran menghadapi kondisi finansial yang sangat buruk hingga mengalami kesulitan membayar gaji tentaranya.

Menurut Trump, blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap Pemerintah Iran sekaligus memperburuk krisis ekonomi negara tersebut.

Ia juga mengatakan dampak ekonomi konflik terhadap masyarakat Amerika Serikat telah mereda setelah harga minyak turun menjadi sedikit di atas 75 dolar AS per barel.

“Ini akan berakhir dengan baik. Selalu berakhir dengan baik. Ini seperti permainan catur,” kata Trump mengenai konfrontasi dengan Teheran.

Perundingan AS-Iran Terhenti

Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani perjanjian kerangka pada 18 Juni 2026 dan memulai perundingan untuk mencapai kesepakatan final.

Pembicaraan tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan kembali meningkat pada Juli 2026 ketika Amerika Serikat melancarkan serangan di wilayah Iran.

Teheran membalas dengan menyerang sejumlah lokasi yang disebut sebagai fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab, terutama Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Penulis :
Aditya Yohan