HOME  ⁄  Geopolitik

Greenland Peringatkan Perusahaan Minyak AS yang Bawa Peralatan Pengeboran Tanpa Izin

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Greenland Peringatkan Perusahaan Minyak AS yang Bawa Peralatan Pengeboran Tanpa Izin
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Greenland. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Pemerintah Greenland memberikan peringatan keras kepada perusahaan minyak Greenland Energy setelah peralatan pengeboran dibawa ke pantai timur wilayah tersebut tanpa izin pemerintah yang diperlukan.

Departemen Industri dan Mineral Greenland menyatakan peralatan itu dibawa ke wilayah tersebut pada Juli 2026 untuk rencana eksplorasi minyak, tetapi perusahaan belum mengantongi izin untuk menjalankan kegiatan pengeboran.

"Peringatan keras akan disampaikan," kata Departemen Industri dan Mineral Greenland kepada pemegang lisensi.

Greenland Energy merupakan perusahaan berbasis di Texas, Amerika Serikat, yang didirikan pada 2025 dan mendanai proyek eksplorasi tersebut.

Perusahaan memperkirakan kawasan Jameson Land menyimpan minyak mentah dengan nilai hingga 1 triliun dolar AS.

Greenland Energy memperoleh saham mayoritas dalam proyek eksplorasi sebagai imbalan atas pendanaan yang diberikan, tetapi kegiatan pengeboran tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan otoritas Greenland.

Pemimpin Greenland Energy Larry Swets pada Juni mengakui seorang perwakilan perusahaan keliru memberi tahu warga Greenland bahwa izin membawa peralatan ke daratan telah diberikan.

"Antusiasme kami terhadap proyek ini membuat kami berkomunikasi dengan cara yang menimbulkan kebingungan," kata Swets.

Greenland Energy dalam surat kepada pemegang saham pada Kamis menyatakan pembicaraan dengan regulator Greenland berlangsung "konstruktif".

Perusahaan juga menyatakan tetap optimistis terhadap proses mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk melakukan pengeboran.

Persoalan proyek minyak tersebut muncul ketika perhatian Amerika Serikat terhadap Greenland kembali meningkat.

Beberapa hari setelah warga melaporkan masuknya peralatan pengeboran, Presiden AS Donald Trump mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan melalui Truth Social yang memperlihatkan dirinya mengawasi sebuah desa di Greenland dengan tulisan "Hello, Greenland!"

Trump sebelumnya menuai kecaman internasional pada Januari 2025 setelah menyampaikan niat mengambil alih Greenland dengan kekuatan militer.

Saat itu, Trump mengatakan Amerika Serikat membutuhkan Greenland "untuk tujuan keamanan nasional."

Trump kemudian melunakkan pernyataannya, tetapi menyebut Greenland "vital" bagi sistem pertahanan rudal Golden Dome yang diusulkannya.

Greenland Energy membantah adanya hubungan antara proyek eksplorasi minyak tersebut dan rencana pencaplokan Greenland.

Penulis :
Ahmad Yusuf