HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ingin Mengakhiri Perang dengan Iran Meski Tanpa Kesepakatan Nuklir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Ingin Mengakhiri Perang dengan Iran Meski Tanpa Kesepakatan Nuklir
Foto: (Sumber :Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman, Minggu (20/6/2026). /ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran meski Washington dan Teheran tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklir, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat AS.

Trump dalam beberapa pekan terakhir disebut mempersiapkan rencana untuk mendeklarasikan kemenangan dalam perang melawan Iran apabila Teheran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Presiden AS itu juga disebut telah menyampaikan kepada para penasihat seniornya bahwa dirinya bersedia menyetujui kesepakatan dengan Iran meskipun tanpa perjanjian nuklir.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan AS telah memenuhi seluruh tujuan militernya terkait Iran.

Trump saat ini disebut berfokus menjaga kelancaran lalu lintas pasokan energi melalui Selat Hormuz, tetapi tetap memiliki opsi operasi militer apabila Iran kembali menyerang kapal dagang di kawasan tersebut.

Trump Yakin Ancaman Militer Bisa Membendung Program Nuklir Iran

Trump menyampaikan kepada penasihat seniornya bahwa dirinya meyakini Teheran tidak akan melanjutkan program nuklir selama ia menjabat sebagai Presiden AS.

Keyakinan tersebut dikaitkan dengan serangan AS yang menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran pada 2025.

Trump dalam sejumlah pertemuan terakhir juga disebut meyakini ancaman serangan AS terhadap Iran sudah cukup menjadi penggentar bagi Teheran.

Para pejabat AS mengisyaratkan Trump dapat memilih memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu apabila Washington mampu mengendalikan program nuklir Iran.

Trump juga disebut mempertimbangkan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran apabila Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh.

Selat Hormuz Menjadi Fokus Kesepakatan

Trump sebelumnya menyampaikan telah meminta pembatalan serangan lanjutan terhadap Iran di tengah harapan tercapainya perjanjian damai.

Perjanjian tersebut diharapkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sekaligus kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati detail geografis rute pelayaran yang memungkinkan kapal melewati Selat Hormuz dengan aman.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika Washington berupaya memastikan jalur perdagangan dan pasokan energi melalui salah satu perairan strategis dunia itu tetap berjalan.

Penulis :
Aditya Yohan